Chat bukan antrean — itu pekerjaan.
Setiap percakapan membawa tugas: menjawab, membuat order, menagih, mengirim, menindaklanjuti. Kami membangun Wazapin supaya tugas itu punya yang megang dan selesai.
01 / Yang kami percaya
Setiap percakapan membawa tugas: menjawab, membuat order, menagih, mengirim, menindaklanjuti. Kami membangun Wazapin supaya tugas itu punya yang megang dan selesai.
Jawaban yang benar tapi berhenti di teks tidak menyelesaikan apa-apa. AI Wazapin terhubung ke workflow nyata — dengan guardrail dan manusia yang tetap pegang kendali.
Customer yang harus mengulang cerita merasa tidak dilayani. Kami memastikan riwayat, order, dan status ikut bersama setiap percakapan dan setiap oper chat.
Nomor WhatsApp, data pelanggan, dan hasil kerja tim kamu adalah milik kamu. Kami permudah ekspor dan migrasi, bukan persulit.
02 / Kenapa kami fokus di WhatsApp
Di Indonesia, WhatsApp bukan salah satu channel — ia adalah channel. Pelanggan bertanya, memesan, dan menagih kabar di sana. Yang kurang selama ini bukan channel-nya, melainkan cara menyelesaikan pekerjaannya.
Ingin tahu bagaimana prinsip ini jadi produk? Lihat cara kerjanya atau langsung bicara dengan tim.
3 langkah biar chat beres sampai lunas
Ikutin chat asli: dari sapa pertama sampai bayar dan kamu ingetin lagi.